Rabu, 14 April 2010

HP Selesaikan Akuisisi 3Com



JAKARTA, KOMPAS.com - Hewlett Packard (HP), Selasa (13/4/2010) hari ini, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah menyelesaikan akuisisi 3Com Corporation. Nilai akusisi tersebut sebesar 7,90 dollar AS per saham tunai atau senilai sekitar 2,7 miliar dollar AS.

HP akan mengintegrasikan solusi jaringan, switching, routing, dan keamanan 3Com dengan solusi HP ProCurve, sehingga menciptakan sebuah portofolio komprehensif untuk pelanggan. Bersama dengan jangkauan luas HP di seluruh dunia, portofolio tersebut akan digunakan untuk memperkuat strategi infrastruktur terpadu HP, yang dikembangkan melalui penggabungan server, storage, jaringan, manajemen, fasilitas dan layanan.

Dengan penggabungan ini, pelanggan akan dapat menyederhanakan jaringannya, menerapkan struktur jaringan terbaik untuk perusahaan dan meningkatkan kapabilitas pemberian layanan TI. Akuisisi 3Com memperluas tawaran ethernet switching HP, menambah solusi routing, dan secara signifikan memperkuat posisi perusahaan. 3Com juga menghadirkan kapabilitas keamanan jaringan HP melalui portofolio terbaiknya.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/13/13153692/HP.Selesaikan.Akuisisi.3Com-12

Opera Rayakan Pencapaian 100 Juta Pengguna


Opera melayani browser untuk semua jenis perangkat ponsel dengan Opera Mini 5 dan Opera Mobile 10.





OSLO, KOMPAS.com — Browser Opera sekarang digunakan oleh lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia. Setelah mencapai tonggak bersejarah di bulan Maret 2010 ini, terdapat 50 juta pencinta Opera pada komputer Windows, Mac, dan Linux, serta 50 juta orang menggunakan Opera Mini di berbagai handset.

Pertumbuhan browser Opera tahun demi tahun pada desktop sekarang melebihi 30 persen, yang diukur dari bulan Maret 2009 hingga Maret 2010. Jumlah pengguna desktop dihitung selama Maret 2010, yang hasilnya adalah sekitar 50 juta pengguna aktif unik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Catatan pertumbuhan Opera menunjukkan bahwa kami berada pada jalur yang benar, dan seiring dengan kebutuhan pengguna yang bertambah, kami tumbuh bersama-sama secara baik dengan mereka," kata Lars Boilesen, CEO Opera Software, dalam siaran persnya.

Ia mengatakan, fokus Opera pada kecepatan, keamanan, inovasi, dan kegunaan terus membuahkan hasil. "Kami selalu mendengarkan kebutuhan dan keinginan pengguna kami, dan mereka membalasnya kepada kami dengan memilih Opera," kata Jon von Tetzchner, co-founder Opera Software.

Selain desktop dan ponsel, Opera juga digunakan sebagai browser web pada konsol permainan, connected TV, dan set-top boxes.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/13/15365550/Opera.Rayakan.Pencapaian.100.Juta.Pengguna-12

Twitter Mulai Jualan Iklan Baris





SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Seiring makin populernya layanan mikrobloging, Twitter mulai mengumpulkan pundi-pundi keuangannya. Untuk pertama kalinya, Twitter akan menawarkan iklan dalam 140 karakter yang akan muncul di antara tweet yang dikirim penggunananya.

Tapi, jangan khawatir iklan baris tersebut tidak akan mengganggu para pengguna Twitter. Iklan tersebut hanya akan mjuncul di antara hasil pencariannya saja. Iklan baris yang disebut "Promoted Tweets" akan muncul di antara 2-10 persen dari pesan yang keluar dari layanan search-nya.

"Pengguna akan mulai melihat tweet promosi yang dikirim para pemasang iklan dari hasil pencarian beberapa hal yang populer di Twitter.com," ujar Sean Garrett, juru bicara Twitter, Selasa (13/4/2010) seperti dilansir Reuters. Beberapa perusahaan sudah tertarik untuk memanfaatkan layanan ini. Antara lain Best Buy, Virgin America, dan Starbucks.

Iklan baris tersebut berpeluang dilihat jutaan kali. Twitter yang baru beroperasi 2,5 tahun kini telah menjadi salah satu layanan populer di dunia. Namun, sejauh ini Twitter belum komersil meski sudah menjalin kemitraan dengan Google dan Microsoft untuk mengintegrasikan pesannya agar muncul dalam layanan pencarian.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/13/17025371/Twitter.Mulai.Jualan.Iklan.Baris-12

Tiga Ponsel Baru Nokia Hadang Microsoft Kin


Nokia C3, C6, dan E5.







JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran dua ponsel Kin besutan Microsoft dan Sharp rupanya langsung dihadang tiga ponsel Nokia. Peluncurannya Selasa (13/4/2010) kemarin cukup unik karena dilakukan secara virtual di internet dengan tajuk Everyone Connect.

Ketiga ponsel tersebut masing-masing Nokia C3, Nokia C6, dan Nokia E5. Ketiganya didesain sebagai ponsel messaging dan social networking untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang demam Facebook, Twitter, chatting lewat instant messaging di ponsel, dan tak bisa lepas dari komunikasi melalui email. Karenanya, masing-masing dilengkapi keyboard QWERTY. Namun, khusus C6 dilengkapi layar sentuh sebagai pilihan lainnya.

Masing-masing sudah dilengkapi aplikasi chatting dan jejaring soaial seperti Yahoo Messenger, Google Talk, dan Windows Live Messenger serta Facebook, dan Twitter.

C3 merupakan ponsel khusus QWERTY pertama yang menggunakan sistem operasi S40. Ponsle ini secara default dilengkapi OVI Mail dan OVI Chat. Fitur lainnya WiFi dan EDGE, kamera 2 MP, layar 2,4 inci, dan memori 8 GB. Harga jualnya sekitar 90 Euro atau sekitar Rp 1,5 juta dan tersedia mulai kueratal kedua 2010. C3 tersedia dalam warna putih, abu-abu, dan pink.

C6 merupakan ponsel berbasis Symbian S60 dengan layar sentuh 3,2 inci. Kayboard QWERTY muncul jika slider-nya digeser. Ia dilengkapi OVi Maps dengan navigasi buat pejalan kaki dan pengemudi. tersedia warna hitam dan putih. Harga jualnya 220 Euro atau sekitar Rp 2,5 juta dan tersedia mulai kuartal kedua 2010.

E5 merupakan penerus E71, E72, dan E63 yang ditujukan untuk kalangan profesional dengan platform S60 edisi 3. Koneksinya mendukung hingga WiFi dan HSUPA. Fitur lainnya memori 16 GB dan kamera 5 MP. Tersedia dalam pilihan warna hitam, putih, cokelat, dan perak. Harganya 180 dollar AS atau sekitar Rp 2 juta dan akan tersedia mulai kuartal ketiga 2010.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/14/08450871/Tiga.Ponsel.Baru.Nokia.Hadang.Microsoft.Kin-12

Selasa, 13 April 2010

PS & CS, Pelacuran Gaya Baru di Ponsel



KOMPAS.com — Perkembangan zaman kian merambah ke seluruh lapisan kehidupan, seakan semua kegiatan mesti ditunjang dengan teknologi. Pemanfaatan teknologi secara salah akan membawa ke arah yang salah pula.

Dewasa ini perkembangan teknologi, khususnya ponsel yang menjadi alat komunikasi, sudah menjadi komoditas umum bagi setiap kalangan masyarakat. Fungsi utamanya adalah untuk membangun komunikasi dengan orang yang jauh secara cepat dan tepat dalam hal-hal positif.

Namun, seiring berubahnya fungsi ponsel yang bisa chatting layaknya komputer, maka teknologi internet pun kian mudah ditemukan di peralatan komunikasi.

Aku pernah meng-install beberapa aplikasi chattingan di HP-ku dan mencoba melakukan interaksi dengan pengguna aktif lainnya. Dari hasil yang kudapatkan, kulihat setiap pembicaraan dan komunikasi lebih mengarah kepada hal-hal yang negatif, mereka lebih care bila topiknya adalah tentang seks.

Ujung-ujungnya mereka akan mengajak PS atau CS, dan aku sempat bingung apa itu PS dan CS. Setelah beberapa kali aku mendapati situasi yang sama, aku memberanikan diri menanyakan apa itu PS dan CS. Akhirnya aku tahu PS adalah Phone Sex dan CS adalah Chat Sex. (MUS LAPERTIBI)

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/12/15233798/PS..CS..Pelacuran.Gaya.Baru.di.Ponsel-12

Apple Tendang Nama Google dari iPhone

CEO Apple Steve Jobs saat memperkenalkan iPhoen OS 4.

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Tombol Google yang sebelumnya muncul di keyboard virtual iPhone untuk melakukan pencarian di internet tak lagi muncul di iPhone OS 4. Sebagai gantinya, tombol itu kini hanya ditulis "Search". Namun bila diklik, maka tetap mengarah ke layanan pencarian Google.

Perubahan tersebut sebelumnya sudah dilakukan Apple dalam iPhone OS 3.2 yang digunakan iPad. di iPhone OS 3.1.3 yang dipakai iPhone 3GS, tombol biru bertuliskan Google ada di pojok kanan bawah keyboard virtual saat fungsi pencarian Safari diakses.

Tidak hanya itu. Pilihan mesin pencarian web untuk ditampilkan dalam fitur Spotlight pada iPhone OS4 juga tak menyebut Google. Di situ hanya disebutkan Search Web.

Perubahan yang terasa kecil tetapi berarti itu mungkin menguatkan rumor bahwa Apple tengah "berselingkuh". Sebelumnya, beredar kabar bahwa Apple dan Microsoft tengah melakukan pembicaraan agar Bing menjadi mesin pencari pilihan di iPhone.

Hubungan Apple dan Google sedikit merenggang setelah keluarnya Android dan Nexus One. Steve Jobs, CEO Apple, menilai bahwa Google telah mencederai hubungan mereka dengan memasuki bisnis smartphone yang bersaing langsung dengan Apple.


http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/12/15581945/Apple.Tendang.Nama.Google.dari.iPhone-12

Dakode dan Pengalaman Baru Menonton Video Lewat Ponsel




Setelah membuka video raflesia, pembaca Kompas bernama Winahyu Budi Satrya berkata, "Terima kasih infonya, kami jadi semakin paham perbedaan bunga bangkai dengan bunga raflesia".

Peningkatan pemakaian internet melalui komputer dan telepon seluler seyogianya direspons dengan tepat oleh mereka yang bergerak di bidang media cetak.

Komentar Winahyu itu muncul setelah membaca berita Kompas berjudul Jelajah Musi, Rafflesia arnoldii di Mata Air Musi (Kompas, 7/3). Dalam berita versi cetak itu juga dicantumkan alamat untuk membuka video tentang bunga Rafflesia arnoldii di hutan lindung hutan Bengkulu yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Video yang berdurasi lebih dari 4 menit itu menggambarkan perjalanan tim Jelajah Musi Kompas masuk hutan dan menemukan tunas raflesia, gambar dimensi tentang pertumbuhan tanaman tersebut, dan perbedaannya dengan bunga bangkai.

Bila memakai komputer yang terhubung internet, gambar video bisa dibuka dengan alamat vod.kompas.com/rafflesia. Mengantisipasi pemakaian telepon seluler (ponsel) online yang kini makin banyak, kita juga menonton video dengan memotret QR (quick response) code atau Dakode Kompas, semacam barcode yang sering dipakai untuk menyimpan data barang konsumsi.

Memang, umumnya QR dipakai untuk menyimpan berbagai data tentang barang konsumsi, misalnya papan sirkuit elektronik komputer, dan barang-barang logistik. Harian Kompas memakai QR code guna memperkaya wawasan informasi pembaca yang kadang sangat dibatasi oleh halaman koran. Melalui Dakode Kompas, pembaca akan memperoleh tambahan foto, data dan grafis, informasi yang terkait dan yang paling mutakhir sekarang ini video tentang berita tersebut.

Jumlah pengguna ponsel pada tahun 2009 diperkirakan 140 juta, tahun ini sejalan dengan membaiknya perekonomian, pemilik ponsel tentu sudah jauh lebih tinggi. Karena itu, tidak mengherankan, Chief Executive Officer of Serious Group John Fong, vendor Dakode Kompas, mengatakan, lalu lintas data melalui Dakode Kompas terus meningkat rata-rata 20 persen sejak diluncurkan Juni tahun lalu (Kompas, 8/4).

"Hal ini jelas membuktikan bahwa mobile internet semakin populer di Indonesia. Dakode menyediakan para penerbit untuk melakukan apa yang mereka inginkan tanpa khawatir dengan kerumitan untuk mengurusi sistem teknologi informasi. Dengan mengombinasikan tracking yang kuat dan management tool lainnya, para advertiser bisa melakukan analisis dan mendapatkan feedback mengenai kampanye iklan mereka," kata Fong.

"Statistik menunjukkan, pembaca kami secara konsisten menggunakan QR code untuk mengetahui lebih banyak informasi dan untuk berinteraksi dengan newsroom kami," kata Wakil Pemimpin Perusahaan Kompas Cetak Edi Taslim.

Kode matriks

QR code berfungsi sebagai ”jembatan” penghubung secara cepat antara konten offline dan konten online. Kode ini memungkinkan audiens berinteraksi dengan media yang ditempelinya melalui ponsel secara efektif dan efisien. QR code bertindak seolah-olah hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, serta SMS.

Untuk dapat memanfaatkan teknologi QR code, ponsel wajib memiliki akses internet. Dengan bantuan ID (nomor digit), QR code tidak hanya dapat dibaca lewat ponsel berkamera, tetapi juga dengan ponsel tanpa kamera. Pada ponsel berkamera, QR code bisa dibaca melalui aplikasi jenis QR code reader. Khusus ponsel keluaran Nokia seri N & E, aplikasi reader ini sudah tersedia (pre-installed) dan langsung bisa digunakan.

Untuk ponsel lain, seperti BlackBerry, aplikasi reader wajib diinstalasikan. Di internet tersedia berbagai aplikasi reader yang bisa diunduh cuma-cuma. Kita dapat mengunduh lewat sarana yang disediakan Kompas.com, di alamat http://dakode.mobi. Jenis ponsel akan dideteksi secara otomatis dan kemudian sistem akan memberikan pilihan beberapa aplikasi reader, unduh salah satu aplikasi dan instalasikan di ponsel yang kita pakai.

Jika ingin membaca QR code, jalankan aplikasi reader dan arahkan kamera ponsel ke letak QR code. Dengan cara memotret barcode dua dimensi itu, kita akan mendapatkan konten digital yang relevan. Hal ini merupakan pengayaan berita kalau QR code ditempelkan dengan berita. Konten situs jaringan tersebut bisa berupa berita lebih lengkap, grafis, foto-foto tambahan, dan video. Lebih dari itu, kita juga dapat berinteraksi dengan menyampaikan respons berupa masukan atau opini kepada editor.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/04/12/16331957/Dakode.dan.Pengalaman.Baru.Menonton.Video.Lewat.Ponsel-12