Rabu, 12 Mei 2010

Samsung Siapkan Investasi 20,3 Miliar Dollar












SEOUL, KOMPAS.com - Samsung mengumumkan rencananya untuk membenamkan investasi senilai 23 triliun won atau setara dengan 20,3 miliar dollar AS hingga tahun 2020. Dana tersebut akan digunakan untuk bisnis anyarnya di sektor lingkungan dan industri kesehatan.

Grup bisnis terbesar di Korsel itu menegaskan, pihaknya akan membidik lima sektor investasi, yaitu baterai untuk kendaraan hybrid bertenaga listrik, light emitting diode (LED), biofarmasi dan perangkat kesehatan.

Bisnis anyarnya ini diprediksi akan menggaet 45.000 tenaga kerja baru dan membukukan pendapatan senilai 50 triliun won untuk induk perusahaan.

"Pemerintah di seluruh dunia mulai membenamkan investasinya untuk industri ramah lingkungan," kata Lee Kun-Hee, Samsung Electronics Chairman, Selasa (11/5/2010).

Menurutnya, saat perusahaan global lain ragu untuk melangkah, Samsung akan mencaplok peluang ini. Selain menguntungkan perusahaan, juga memberi manfaat untuk perekonomian Korsel.(KONTAN/Femi Adi Soempeno)

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/11/15041677/Samsung.Siapkan.Investasi.20.3.Miliar.Dollar-12

Perang Chatting CDMA Kian Sengit












KOMPAS.com - Perang handphone murah dengan keunggulan komunikasi mobile atau yang beken disebut mobile chatting kian atraktif. Persaingan sengit ini pun terjadi di kalangan operator telekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA).

Setelah PT Bakrie Telecom Tbk gencar mengeluarkan ponsel bundling bernama Esia Connect, kini giliran Flexi melalui produk Hape Flexi Chatting meramaikan segmen ini. Ini merupakan varian terbaru Hape Flexi Chatting yang generasi sebelumnya sudah dirilis medio Januari 2010 lalu.

"Kami kembali menawarkan 300.000 unit Hape Flexi Chatting dalam empat varian," kata Executive General Manager Telkom Flexi Triana Mulyatsa, pekan lalu. Agresifnya divisi PT Telkom Tbk ini meluncurkan produk baru tidak lepas dari penjualan Hape Flexi Chatting generasi sebelumnya yang laris manis. Hanya dalam empat bulan, penjualan ponsel itu tembus 110.000 unit.

Menurut Triana, Hape Flexi Chatting seharga Rp 200.000 adalah ponsel yang dilengkapi dengan aplikasi jejaring sosial. Lewat ponsel tersebut pelanggan Flexi dapat mengirimkan instant messaging (IM) ke pengguna Flexi lainnya dengan menggunakan layanan Flexi Messenger.

Tak hanya itu, menikmati fitur jejaring sosial melalui layanan Flexi lebih murah ketimbang memakai BlackBerry. Triana mengilustrasikan, pelanggan yang mengaktifkan aplikasi instant messaging ditambah berlangganan konten media cukup membayar Rp 20.000 per bulan. Sementara biaya layanan sejenis yang ditawarkan BlackBerry mencapai Rp 5.000 per hari atau Rp 150.000 per bulan.

Semula, paket bundling ini terdiri dari dua seri, yaitu ZTE-S 130 dengan harga sekitar Rp 200.000 dan ZTE-C366 dengan banderol sekitar Rp 500.000. Adapun untuk rilis tahap kedua ini Flexi menambah dua varian baru, yakni ZTE C322 dan ZTE S 100.

"Kami mengharapkan satu juta pelanggan barn bisa dari paket bundling ini," ajar Triana. Sebagai catatan, sampai kuartal 1-2010, jumlah pelanggan Flexi sudah mencapai 15,9 juta nomor, lebih tinggi 19 persen dibandingkan dengan kuartal 1-2009. Flexi berharap, sampai akhir 2010 nanti, jumlah pelanggan Flexi bisa mencapai 18 juta nomor.

Corporate Communication PT Bakie Telecom Tbk Norman Ilyas mengakui, tren pertumbuhan pengguna ponsel murah dengan keunggulan mobile communication memang tengah menanjak. "Salah satunya didorong popularitas jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter," ujarnya.

Makanya, meski pemain baru terus bermunculan, Esia yang sepanjang 2009 juga beberapa kali meluncurkan kategori ponsel bundling mengaku tidak takut bersaing. "Pasar masih sangat besar, terutama di daerah-daerah luar Jawa," kata Norman.

Apalagi, pelanggan Esia yang pada akhir 2008 berjumlah 7,3 juta orang sudah bertambah menjadi. 10,6 juta orang pada akhir 2009 lalu. Makanya, Norman yakin, berapapun pemainnya, pasar masih cukup besar untuk menyerap produk yang memang menyasar segmen di bawah kelas BlackBerry tersebut.

Kendati mendapat tantangan produk CDMA, operator ponsel berbasis global system for mobile communications (GSM) tak khawatir segmen pengguna BlackBerry yang digarapnya tergerus. General Manager Sales PT XL Axiata Handono Warih mengatakan pengguna BlackBerry memiliki orientasi berbeda.

"Mereka tidak hanya mencari koneksi jaringan sosial, tapi mengutamakan keunggulan jaringan BlackBerry yang mampu melakukan push email dan kompresi data untuk kebutuhan mobile office," tandasnya.(KONTAN/Nadia Citra Surya, Gentur Putro Jati)

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/07593662/Perang.Chatting.CDMA.Kian.Sengit-12

Garap Broadband, Bakrie Investasi 100 Juta Dollar












JAKARTA, KOMPAS.com - Niat PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memasuki bisnis wireless broadband alias layanan data nampaknya makin serius. Lewat anak usahanya, PT Bakrie Connectivity berencana melakukan investasi sebesar 100 juta dollar AS tahun ini.

Jastiro Abi, Direktur Keuangan BTEL mengatakan dana investasi ini ia ambil dari bridge loan alias pinjaman talangan sebesar 45 juta dollar AS dari Credit Suisse, Morgan Stanley, dan Bank of Amerika Merryl Lynch, dan sisa penerbitan obligasi global sekitar 55 juta dollar AS.

Menurut Jastiro, hingga saat ini perseroan sudah menghabiskan dana sebesar 45 juta dollar AS untuk masuk ke bisnis ini. Sayang, Jastiro belum mau buka-bukaan daerah mana saja yang menjadi pilihan investasinya. "Pokoknya kita investasi layanan ini dibeberapa daerah yang kami anggap memiliki potensi yang menguntungkan," kilahnya.

Selain itu, Selasa (11/5/2010), Bakrie Telecom membentuk anak usaha baru dengan nama PT Bakrie Network. Anak usahanya ini akan mencecar bisnis penyedia jaringan infrastruktur telekomunikasi antara lain fiber optic.(KONTAN/Abdul Wahid Fauzie)

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/08245212/Garap.Broadband..Bakrie.Investasi.100.Juta.Dollar-12

Nokia Pisahkan Divisi Bisnis Smartphone


Nokia N8, ponsel pertama Symbian 3.







ESPOO, KOMPAS.com - Tertinggal di bisnis smartphone, Nokia pun merestrukturisasi perusahaannya untuk bisa bersaing dengan iPhone buatan Apple, Android Google, dan BlackBerry. Struktur perusahaan Nokia kini dipecah menjadi tiga divisi, salah satunya fokus di bisnis smartphone.

Ketiga unit struktur baru masing-masing Mobile Solutions, Mobile Phones, dan Markets. Mobile Solutions membidangi komputer mobile kelas atas dan smartphone berbasis MeeGo dan Symbian berikut konten, aplikasi, dan layanannya. Sementara ponsel kelas menengah dan bawah yang menggunakan platform S40 berada di unit Mobile Phones. Markets ditujukan untuk penjualan, pemasaran, dan manajemen.

Anssi Vanjoki yang sebelumnya memegang bisnis multimedia dan ponsel mulai Selasa (11/5/2010) ditunjuk untuk memimpin divisi Mobile Solutions tersebut. Pemisahan ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan smartphone dan mengintegrasikan layanan yang juga dikembangkan Nokia.

Meski masih menguasai pangsa pasar ponsel terbesar dunia, Nokia terus mengalami tekanan. menurut Strategy Analytics, pangsa pasar Nokia pada kuartal pertaam 2010 sekitar 40 persen atau naik dari 38,2 persen pada periode yang sama tahun lalu. Namun, pangsa pasar pesaingnya Apple naik menjadi 16,4 persen dari 10,6 persen pada periode yang sama. Ponsel berbasis Android juga tersu tumbuh bahkan disebut akan menjadi pemain kedua di pasar smartphone.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/0854454/Nokia.Pisahkan.Divisi.Bisnis.Smartphone-12

Masih Sulitkah Pilih Camcorder Berbasis Flash?


Canon Legria HF S21, dilengkapi layar sentuh terbesar di kelasnya.




Sudah punya camcorder, alias video camera? Jika belum, mungkin Anda bisa mempertimbangkan beberapa tipe baru yang dirilis oleh Canon. Total ada delapan model consumer bertajuk Legria – HF S21, HF S200, HF M31, HF M300, HF R 16, HF R18, FS 36, FS 306 - yang ditawarkan produsen asal Jepang tersebut.


Masing-masing ditujukan pada pasar yang berbeda. Legria seri HF S, HF M, dan HF R sudah mengusung video Full HD (High Definition – 1920x1080). Sementara Legria seri FS merekam video dalam format Standard Definition (SD). Tiga model – HF S21 dan HF M31/M300 – bahkan sudah memamerkan layar sentuh.

Pakai Memori Flash

Kedelapan camcorder baru Canon ini menggunakan memori berbasis flash, bukan kaset miniDV, keping mini DVD, atau hard disk, sebagai media storage. “Memori flash telah muncul sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan segmen video, dan kami berharap ini akan menjadi format yang dominan di masa depan,” kata Andrew Koh (Director and General Manager, Consumer Imaging and Information Division, Canon Singapore) seperti dikutip dari situs Canon Singapura.


Di Singapura sendiri, lebih dari 50% camcorder yang terjual tahun lalu merupakan camcorder yang menggunakan memori flash. “Ini lebih dari dua kali jumlah tahun sebelumnya,” jelas Andrew Koh.


Menurut Andrew, Canon Singapore memelopori hadirnya camcorder memori flash pada tahun 2008. “Dan setelah mengusung format itu selama dua tahun, kami bangga mengungkap generasi berikutnya dari Legria yang akan kian mendorong penerimaan konsumer.”


Di tanah air kita, kedelapan camcorder baru Canon itu diperkenalkan tidak di Jakarta seperti kebiasaan, melainkan berlokasi di Jawa Timur. Tepatnya di Surabaya, dan disusul dengan demo di kawasan dingin pegunungan Bromo.


Mari kita tilik satu per satu tawaran Canon ini. Apa saja yang membuatnya lebih istimewa jika dibandingkan ke-12 saudaranya yang diperkenalkan tahun 2008 di Jakarta?


Legria HF S 21: Layar Sentuh Terbesar

Sebagai primadona dari delapan model terbaru Canon adalah Legria HF S21, yang menyasar enthusiast dan mereka yang menginginkan image dengan kualitas premium, dengan storage maksimal, dan kontrol-kontrol manual yang kreatif. Model ini adidaya, Full HD (1920x1080, 24Mbits/sec), tapi praktis.


Mengapa kami sebut praktis? Ya, sebab begitu dibeli dan dikeluarkan dari kotaknya, kita bisa langsung merekam video dengannya. Bagaimana bisa? Bisa dong, sebab di dalam camcorder ini sudah ditanamkan memori flash sebesar 64GB.


Bermodalkan storage internalnya itu, kita bisa menggunakan HF S21 untuk merekam klip HD sampai 24 jam! Ini dengan catatan, Anda memilih seting paling rendah -- LP (1440x1080 5Mbit/sec). Namun jika yang yang dipilih adalah seting Full HD, Anda ‘hanya’ bisa merekam video dengan durasi 30 menit.


Jika itu dirasa kurang, tinggal pasang saja kartu memori SD (Secure Digital) ke slot yang ada. Sat memori internal terisi penuh, camcorder otomatis akan mengalihkan hasil rekaman ke kartu SD. Inilah yang disebut sebagai fungsi Relay recording.


Eh, slot kartu SD-nya ada dua lho! Jadi kalau dua-duanya Anda sisipi kartu SDHC 32GB, kapasitasnya menjadi sangat berlimpah: 64 + 32 + 32 = 128GB! Siapa pun pasti akan puas merekam dengan HF S21 ini.


Untuk urusan merekam video, di camcorder dengan sensor CMOS 8,59 megapiksel ini Canon menyediakan lima moda. Silakan pilih bitrate-nya, mulai dari 24MBps sampai 5MBps.


Resolusi pun bisa dipilih, disesuaikan dengan cara nonton nantinya – mau resolusi penuh atau yang bisa dinikmati di Web, termasuk untuk segera diunduh ke YouTube. Agar video kelak terlihat lebih profesional, punya efek-efek sinematik, silakan coba pilih moda 25p Progressive.


Apalagi yang menarik? Fleksibilitas saat merekam! Soalnya S21 punya kontrol manual, misalnya untuk fokus, exposure, dan white balance, yang diaktifkan dengan tombol dial kecil di sisi kiri camcorder.


Tentu fitur-fitur canggih lain juga tersedia. Jika sebuah adegan dinilai over-exposed, misalnya, camcorder akan memberitahu via seting pola zebra. Jadi Anda bisa melakukan koreksi. Batang-batang berwarna bahkan memungkinkan Anda mencocokkan output dari dua camcorder sehingga hasil keduanya tidak terlalu berbeda.


Tapi, apa sebenarnya yang benar-benar baru di camcorder ini? Layar LCD-nya! Yang ini bukan hanya berukuran lebar, 3,5”, tapi sudah bersifat layar sentuh. Layar sentuh berukuran besar – oleh Canon diklaim sebagai terlebar di camcoder sejenisnya -- inilah yang menyebabkan fisik HF S21 agak besar. Yang jelas, Anda tidak akan dapat menjejalkan camcorder dengan zoom optikal 10x ini ke dalam kantong jaket Anda.


Tampilan di layar sentuh 3,5” disebutkan terlihat jernih dan tajam. Detail urat-urat daun misalnya konon bisa terpapar dengan baik, termasuk reproduksi warnanya.


Bagaimana jika kondisi cahaya kurang terang? Tidak masalah, sebab camcorder otomatis akan menaikkan tingkat terang image di kondisi cahaya yang kurang tanpa terlalu mengganggu kualitas gambar keseluruhan.


Untuk mengatur fokus, tinggal colek layar sentuh tersebut. Ada beberapa hal yang bisa diatur dengan sentuhan di sini, yakni Face Detection, Touch and Track (juga untuk wajah), memfokus, mengatur exposure & highlight AE.


Highlight AE dengan sentuh-menyentuh itu, tulis Canon, dapat membuat image terlihat lebih terang tanpa kehilangan detail di area-area yang terang.


Sedangkan dengan Touch & Track, Anda bisa memilih subjek di panel sentuh LCD. Wajah yang sudah dipilih itu akan dikenali dan terus dilacak oleh camcorder sehingga tak masalah bila ia bergerak karena fokusnya selalu dikunci.


Layar sentuh itu sendiri sayangnya belum bersifat capacitative, tapi resistive. Mirip layar milik iPhone, dalam artian menu-menu di layar harus ditekan agak kuat saat akan dipilih. Mungkin akan lebih cepat jika Anda menggunakan stylus pen (tidak disertakan) saat menggulung-gulung menu dari layar.


O ya, selain dari layar yang bisa diputar-putar itu, Canon masih menyediakan sebuah viewfinder berwarna. Ini merupakan nilai plus mengingat tidak banyak camcorder yang masih menyediakan jendela pengintip tersebut. Namun agaknya akan lebih menyenangkan jika jendela pengintip itu berukuran lebih besar dari 0,27”.


Omong-omong, apa saja opsi konektor di camcorder ini? Hmm, mikropon eksternal bisa dipasangkan (jika Anda menginginkan suara surround 5.1 channel misalnya). Sedang untuk memantau hasil rekam suara bisa dilakukan dengan mencolokkan headphone. Di camcorder ini, suara secara default akan direkam dalam Dolby Digital dua kanal.

Mau cek kualitas gambar di TV? Tersedia output komposit atau component. Anda juga boleh memanfaatkan terminal mini HDMI yang ada untuk menyambungkannya ke sebuah HDTV. Cuma, kabel HDMI harus dibeli sendiri ya. O ya, seperti layaknya semua camcorder, di sini juga tersedia satu port USB untuk koneksi ke komputer.


Pertanyaan penting, mudahkan mengonversi klip video dari Full HD, misalnya untuk diunduh ke YouTube? Sebab selama ini salah satu keluhan tentang camcorder berbasis memori flash adalah repotnya memindahkan/mengubah format hasil rekaman video ke/di komputer. Ternyata tidak sesulit yang dikira.


Pertama, Canon sudah membundelkan software Pixela ImageMixer 3 SE dalam kemasan camcorder. Begitu dikonversi dan dikoneksikan ke PC, software Pixela ImageMixer otomatis akan melacak klip-klip yang sudah dipilih dan membiarkan Anda login, mengunggah dan memberi anotasi dengan beberapa klik mouse.


Selain itu di camcorder tersedia fitur konversi file HD-to-SD. Tinggal sisipkan sebuah kartu SDHC ke slot kartu memori dan memilih klip mana saja yang akan dikonversi, lalu memilih untuk menyimpannya ke format SD.


Eh jangan kacaukan SD di sini dengan kartu SD ya. SD di sini adalah format Standard Definition, bukan Secure Digital. Berikutnya, aktifkan software – masukkan detail log-in YouTube jika mau – dan gunakan untuk mengunggah dan berbagi klip-klip tersebut. Atau bakar hasil format itu ke DVD. Simpel dan praktis bukan?


Satu lagi, seperti model-model pendahulunya, HF S21 juga bisa dipakai untuk memotret gambar diam. Untuk keperluan ini disediakan empat moda flash: on, auto, off, red-eye reduction. Untuk seting, bisa dipilih antara super fine, fine dan normal. Delapan megapiksel ditawarkan sebagai resolusi maksimal untuk gambar diam tersebut.


Satu catatan, tidak perlu secara khusus berpindah atau keluar dari moda merekam video saat Anda ingin mengabadikan gambar diam. Sebab camcorder ini sudah mendukung moda Dual-Shot. Jadi, Anda tinggal tekan sejenak saja tombol berlogo kamera saat sedang asyik merekam video. Maka gambar diam dari adegan tersebut otomatis juga direkamkan.




Legria HF S200: Mengadopsi Sistem Teropong

Secara fitur dan spesifikasi, Legria HF S200 nyaris kembar siam dengan Legria HF S21 Salah satu fitur yang identik adalah Smart Auto. Apa sih Smart Auto?


Smart Auto pertama kali diperkenalkan di kamera digital Canon. Namun kini fitur ini juga dibenamkan di camcorder HD Canon. Smart Auto adalah moda yang mempermudah pengambilan rekaman video, khususnya bagi orang awam dan pengguna pemula.


Sebab tingkat terang, warna, jarak, dan gerakan akan secara pintar dideteksi dan dianalisis camcorder. Camcorder kemudian otomatis memilihkan seting terbaik untuk adegan yang sedang direkam. Ada 31 adegan berbeda yang bisa dikenali oleh Smart Auto tanpa perlu campur tangan dari pengguna camcorder.


Fitur menarik yang juga hadir di camcorder yang menggunakan sensor CMOS 8,59 megapiksel dan punya kemampuan zoom optikal 10x ini adalah fitur Powered IS. Selain Dynamic SuperRange Optical Image Stabilization, Powered IS menyediakan tingkat kompensasi yang lebih tinggi bagi gerakan atau guncangan tangan yang lebih halus saat Anda menggunakan zoom (telephoto) secara maksimal. Fitur ini bisa diaktifkan dengan menekan tombol Powered IS di panel LCD.


“Teknologi Powered IS yang ditanamkan pada fitur Optical Image Stabilizer yang diadaptasi dari Canon Binocular menjamin kualitas gambar yang fokus dan tajam pada hasil rekaman video atau foto Anda,” jelas MerryHarun (Direktur Canon Division, PT Datascrip) dalam rilis persnya.


Lalu apa dong beda antara HF S21 dan HF S200? Perbedaan utamanya terletak pada jumlah memori internal yang ditanamkan. Jika HF S21 punya 64GB, HF S200 tidak mengemaskan memori internal sedikit pun. Namun dua slot kartu memori sudah disiapkan untuk menampung hasil bidikan Anda.


Perbedaan lain, HF S200 tidak punya electronic viewfinder. Alhasil semua kegiatan harus dilakukan dengan melihat pada layar LCD-nya.


“Duo Canon LEGRIA HF S21 dan HF S200 merupakan camcorder yang memiliki fungsi dan fitur sangat lengkap dan powerful, pilihan tepat untuk pengguna advanced”, kata Merry.


Legria HF M31: Juga Layar Sentuh

Yang ini merupakan jajaran mid-range Canon. Camcorder berkemampuan rekam 1080p ini dilengkapi dengan sensor CMOS 3,89 megapiksel, zoom 15x dan layar sentuh. Namun ukuran layar sentuhnya 1 inci lebih kecil dibandingkan HF S21. Punya HF M31 berukuran 2,7”.


Jika ditilik-tilik dari segi kontrol manual, milik HF M31 tidaklah sekaya HF S21. Begitu pula memori internalnya. Punya HF M31 berjumlah 32GB, alias setengah kapasitas memori internal milik HF S21. Namun ini tetap saja asyik, karena berarti Anda bisa merekam sampai 12 jam video HD.


O ya, jumlah slot kartu memori di camcorder ini standar, alias hanya satu slot. Akan tetapi fasilitas Relay recording tetap dihadirkan. Masih ingat Relay recording bukan? Ini adalah fasilitas yang menyebabkan rekaman video otomatis dialihkan ke kartu memori SD/SDHC yang ada di slot kartu memori begitu kapasitas memori flash internal habis terpakai.


Namun semua fitur canggih Canon, termasuk AutoSmart dan Powered IS tetap hadir.



Legria HF M300: Rekam 40 Meter di Bawah Air

Seperti HF M31, camcorder Full HD dengan lensa video HD berkekuatan zoom 15x ini bertumpu pada memori flash. Fitur Smart Auto dan Advanced Video Snapshot tentu saja didukung.


Fitur HF M300 sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan HF M31. Ini misalnya kemampuan untuk dipasangi Canon SM-V1 5.1-Channel Surround Microphone. Atau kemampuan camcorder untuk dibawa merekam kegiatan bawah air sampai sedalam 40 meter jika badannya sudah dilindungi oleh Canon WP-V2 Waterproof Case. Casing kedap air ini pun boleh digunakan untuk ketujuh camcorder Canon lain yang diulas di sini.


Cuma berbeda dengan HF M31, Legria HF M300 tidak merekam hasil bidikan ke memori internal. Rekaman langsung dikirim ke kartu memori SD/SDHC yang disisipkan di dalam slot kartu memorinya.


Legria HF R18 dan HF R16: Usung Portabilitas

Seperti saudara-saudaranya di seri S dan M, Legria HF R18 mampu merekam video 1080p. Namun yang satu ini ditujukan bagi mereka yang beranggaran terbatas, atau yang rewel dengan harga, tetapi ingin kualitas image yang tetap prima.


Seri ini dilengkapi sensor CMOS 2,39 megapiksel, zoom optikal 20x dan satu slot kartu SDHC. Sebagai storage juga ditanamkan memori flash 32GB. Karena punya slot kartu memori dan juga memori internal, camcorder ini dijuluki sebagai menganut Dual-Flash Memory System.


Adiknya, Legria HF R16 juga berspesifikasi nyaris sama. Bedanya, memori internal HF R16 ‘hanya’ 8GB.


Kedua model ini – HF R 18 dan HF R16 – sama-sama mengutamakan aspek portabilitas. Maklum desain camcorder ini kompak sehingga sangat mudah dibawa-bawa ke mana pun Anda pergi.


Keduanya juga kompatibel dengan DVD burner mandiri besutan Canon, yakni DW-100. Klip video HD dapat dibakar ke disc untuk dimainkan di Blu-ray player yang kompatibel. Atau konversikan dulu klip video HD itu ke format SD – dengan menggunakan fungsi HD-to-SD – agar disc bisa diputar di DVD player biasa.

Legria FS36: Baterai yang Pintar

Format Full HD (High Definition) memang mulai naik daun. Namun bukan berarti pasar camcorder dengan format SD (Standard Definition) memudar. Ajang ini tetap bersinar, menawarkan produk-produk baru bagi mereka yang mendambakan image berkualitas bagus tapi tanpa format HD (high definition). Karena itulah hadir Legria F36. Ia menggunakan format SD, bukan HD.


Dari sisi fisik, Legria FS36 yang memamerkan LCD wide screen 2,7” terlihat cukup kecil. Dari sisi bobot, Legria FS36 adalah yang paling ringan dibandingkan saudara-saudaranya. Ini dengan pengecualian Legria FS306 yang berbobot persis sama, 225 gram. Karena itulah kamera video yang mengemaskan prosesor image Canon DIGIC DV II ini aman saja dimasukkan ke dalam kantong jaket.


Kendati berfisik kecil, zoom optikal-nya tidak kecil: 41x. Untuk mengimbangi fisik yang mungil dengan zoom optik yang tinggi, Canon membenamkan fitur image stabilization (IS) Dynamic mode. Ini agar hasil rekaman tidak terlihat kabur akibat efek guncangan/goyangan.


Seperti Legria HF S21, Legria FS36 dibekali dengan slot kartu memori SD/SDHC dan memori internal. Berbekal kapasitas memori internal 8GB, Anda akan bisa merekam klip video full HD selama lima jam.


Satu hal yang diunggulkan pada Legria FS36 adalah baterainya tidak membutuhkan waktu lama untuk diisi ulang. Hanya perlu 20 menit untuk mengisi baterai yang akan bisa dipakai merekam nonstop 3,5 jam. Begitu menurut Canon.

Canon Legria FS306: Simpel

Camcorder ini kompak. Namun bobotnya tidak bisa dikategorikan sebagai sangat ringan. Maklum di timbangan, FS306 mencatatkan angka 225 gram. Akan tetapi fisiknya yang mungil membuatnya tak sulit untuk dibawa ke mana pun.


Tak beda dengan FS36, FS306 yang merekam video dalam format SD (Standard Definition) ini memiliki fitur Advanced Zoom 41x (moda default). Selain itu tersedia zoom optikal 37x atau zoom digital 2000x.


Zoom yang tinggi tersebut menyebabkan camcorder ini harus dibekali fasilitas Dynamic image stabilisation. Penstabil gambar itulah yang berperan besar dalam memastikan kemulusan aliran video yang Anda rekam saat zoom dimaksimalkan. Mau menggunakan merekam video sambil menaiki tangga, atau sambil berjalan? Tak perlu kuatir hasilnya kabur akibat goncangan kaki. Pindahkan saja Standard Mode ke Dynamic Range.


Pada FS306 ada beberapa fitur tambahan – yang juga dimiliki FS36 – yakni Video Snapshot, Pre REC dan moda Quick Start. Video Snapshot dan Pre REC sebenarnya tidak unik kepunyaan FS306 maupun FS36. Keenam camcorder baru Canon lain yang diulas di sini juga mengusungnya.


Bagaimana mengoperasikan Video Snapshot? Sederhana sekali. Anda cukup menekan tombol record dan klip berdurasi empat detik akan segera ditangkap. Dan ini terjadi setiap kali tombol record ditekan. Kenapa empat detik? Karena itulah durasi rata-rata dari satu ‘potongan’ di dunia TV. Namun kini Anda juga bisa mengatur Video Snapshot untuk merekam 2 atau 8 detik.


Sementara itu pada moda Pre REC, camcorder akan mulai merekam tiga detik sebelum Anda menekan tombol Record. Rekaman tiga detik ini disimpan dan otomatis akan ditambahkan ke awal klip saat Anda mulai merekam. Dengan cara ini Anda diharapkan tidak akan pernah ketinggalan momen penting yang tak bisa diulang. Jangan lupa memilih moda standby Quick Start agar Anda bisa mengaktifkan camcorder dalam tempo kurang dari satu detik tanpa menekan tombol apa pun, kecuali membentangkan layar LCD-nya.


Lalu bagaimana membuat dan memutar ulang klip-klip yang banyak itu? Ah, tak perlu pakai PC. Pilih saja rangkaian klip yang diinginkan, lalu buatlah sebuah playlist. Mau ditambahi musik juga bisa, sebab Canon sudah menyiapkan beberapa track bebas-royalti di dalam camcorder dan juga di dalam CD yang menyertai camcorder. Tentu saja Anda boleh-boleh saja mengunggah track berformat WAV pilihan sendiri dengan menggunakan Music Transfer Utility yang disertakan.


FS306 tersedia dalam tiga pilihan warna badan: silver, merah, dan biru.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/10220566/Masih.Sulitkah.Pilih.Camcorder.Berbasis.Flash-12

Enam Bulan Menjabat, Bos Unit Ponsel Nokia Undur Diri



JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil presiden pelaksana Nokia yang mengepalai unit Mobile Phone diberitakan mengundurkan diri dari jabatannya. Padahal baru enam bulan berlalu sejak Richard A. Simonson memegang jabatan tersebut.

Simonson bukanlah orang baru di Nokia. Nyaris sepuluh tahun hidupnya dibaktikan di Nokia. Sebelum menjabat sebagai executive vice president, Simonson menduduki posisi sebagai CFO (Chief Financial Officer).

Simonson menyebutkan bahwa kesibukannya berpergian ke sana-sini sekarang telah membebani kehidupan keluarganya. Ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama istri dan anak-anaknya. Karena itulah ia memilih untuk mengundurkan diri. Keputusan Simonson akan menimbulkan tanda tanya. Sebab ia memutuskan keluar saat Nokia sedang melakukan restrukturisasi dan tidak lama setelah rapat pemegang saham akhir tahun.

"Biasanya, sebuah perusahaan membuat gebrakan seperti ini sebelum rapat pemegang saham dan menggunakan rapat tersebut untuk menempatkannya dalam konteks," kata konsultan industri mobile John Strand seperti dikutip harian New York Times. "Sulit bagi saya percaya bahwa orang tidak mempertimbangkan jumlah perjalanan yang akan terlibat sebelum mengambil pekerjaan tersebut."

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/12055230/Enam.Bulan.Menjabat..Bos.Unit.Ponsel.Nokia.Undur.Diri-12

Firefox Akan Loncat ke Versi 4



JAKARTA, KOMPAS.com – Lebih cepat itu lebih baik. Itulah dalil yang dipegang teguh Firefox. Maka versi yang lebih cepat dan lebih berdaya guna dari Firefox, alias Firefox 4, pun dipaparkan oleh Mike Beltzner (Director of Firefox Development) dalam sebuah presentasi online.

Kepada komunitas Mozilla, Beltzner mengatkan bahwa di Firefox 4 timnya berfokus pada tiga sasaran. Ia ingin Firefox “super cepat,” mendukung teknologi Web berstandar terbuka seperti HTML5 dan memperbolehkan pengguna sepenuhnya mengontrol data, browser, dan akses Web. Browser ini akan menawarkan dukungan untuk Direct 2D, dan 64-bit.

Rilis final Firefox 4 diperkirakan hadir bulan November mendatang. Namun jadwal ini masih bisa berubah. Yang jelas Beta pertama akan dihadirkan bulan Juni depan, dengan versi RC (release candidate) pada bulan Oktober.

O ya, rilis besar terakhir Firefox adalah versi 3.6. Sebenarnya Firefox 3.7 diharapkan akan hadir musim semi ini, tetapi versi ini dikabarkan akan dirilis sebagai 3.64.

http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/05/12/12193377/Firefox.Akan.Loncat.ke.Versi.4.-12